Adalah fakta yang tak dapat dipungkiri bahwa dalam 5 tahun terakhir angka penjualan kendaraan bermotor khususnya jenis sepeda motor meningkat tajam. Tanpa harus menyebut angka, fakta tersebut dapat kita lihat dan kita rasakan dalam denyut lalu lintas di jalanan. Disamping karena membaiknya ekonomi, situasi jalanan yang cenderung macet dari hari ke hari, banyak orang beralih memilih motor sebagai kendaraan operasional. Kalau dulu motor identik dengan kendaraan orang menengah ke bawah, sekarang hobi orang kecil ini sudah mulai diikuti oleh kelompok orang berduit. Jadi jangan heran bila diantara pengendara motor di rumahnya terparkir mobil mewah.
Itu tadi hanya sebagai gambaran singkat saja. Intinya jumlah kendaraan yang demikian besar tentu berdampak pada banyak hal, utamanya adalah membuka peluang bisnis bagi yang peka menangkapnya. Salah satu peluang yang terbuka lebar adalah BISNIS BENGKEL.
Ada beberapa pilihan dalam mengembangkan bisnis bengkel. Dua diantaranya adalah pola mandiri dan pola franchise. Pola mandiri cenderung lebih berat perjuangannya terutama di awal membuka bisnis, karena promosi dan menggaet pelanggan mesti dapat dilakukan dengan berat dan biasanya tidak mudah. Tetapi apabila nama sudah dikenal, pelanggan juga sudah diperoleh maka penghasilan akan jauh lebih besar dibanding pilihan ke dua. Sedangkan pola franchise, lebih menguntungkan dari awal karena 'brand image' sudah terbentuk. Posisi kita hanya sebagai 'cabang' dari bengkel besar yang sudah memiliki reputasi. Kedua pilihan di atas masing-masing memiliki nilai plus dan minusnya, tergantung bagaimana posisi kita. Apabila kita yakin memiliki kapabilitas yang memadai baik dari segi manajerial maupun segi skill dalam hal montir mesin, tentu pilihan pertama lebih menjanjikan. Tetapi bila posisi kita lemah dalam hal manajerial dan skill permesinan, dan kita punya hanya modal tentu pilihan kedua lebih menjanjikan.
Bila, misalnya, pilihan kita jatuh ke opsi kedua, yaitu bengkel franchise, beberapa bengkel franchise yang bisa kita pilih antara lain AHASS, Bengkel Resmi Yamaha, Bengkel Resmi Suzuki, atau lainnya. Dalam pola franchise ini biasanya ada beberapa pilihan juga, terutama terkait dengan sharing permodalan antara kita sebagai investor dan pemilik franchise. Bisa juga investor memegang penuh modal, pihak franchise hanya mematok aspek standard mutu dan manajemen pengelolaan bisnis. Singkat kata dengan pola franchise ini, mekanisme dalam menjalankan bisnis sudah diatur sedemikian rupa dan umumnya sudah sangat mapan. Oleh karenanya bisnis ini akan lebih mudah dijalankan, sekaligus pangsa konsumen juga sudah terbentuk. Jadi tunggu apa lagi, ayo buka bengkel........
Jakarta, 5/12/2007