Tuesday, December 4, 2007

Bengkel: Peluang Bisnis Menggiurkan


Adalah fakta yang tak dapat dipungkiri bahwa dalam 5 tahun terakhir angka penjualan kendaraan bermotor khususnya jenis sepeda motor meningkat tajam. Tanpa harus menyebut angka, fakta tersebut dapat kita lihat dan kita rasakan dalam denyut lalu lintas di jalanan. Disamping karena membaiknya ekonomi, situasi jalanan yang cenderung macet dari hari ke hari, banyak orang beralih memilih motor sebagai kendaraan operasional. Kalau dulu motor identik dengan kendaraan orang menengah ke bawah, sekarang hobi orang kecil ini sudah mulai diikuti oleh kelompok orang berduit. Jadi jangan heran bila diantara pengendara motor di rumahnya terparkir mobil mewah.

Itu tadi hanya sebagai gambaran singkat saja. Intinya jumlah kendaraan yang demikian besar tentu berdampak pada banyak hal, utamanya adalah membuka peluang bisnis bagi yang peka menangkapnya. Salah satu peluang yang terbuka lebar adalah BISNIS BENGKEL.

Ada beberapa pilihan dalam mengembangkan bisnis bengkel. Dua diantaranya adalah pola mandiri dan pola franchise. Pola mandiri cenderung lebih berat perjuangannya terutama di awal membuka bisnis, karena promosi dan menggaet pelanggan mesti dapat dilakukan dengan berat dan biasanya tidak mudah. Tetapi apabila nama sudah dikenal, pelanggan juga sudah diperoleh maka penghasilan akan jauh lebih besar dibanding pilihan ke dua. Sedangkan pola franchise, lebih menguntungkan dari awal karena 'brand image' sudah terbentuk. Posisi kita hanya sebagai 'cabang' dari bengkel besar yang sudah memiliki reputasi. Kedua pilihan di atas masing-masing memiliki nilai plus dan minusnya, tergantung bagaimana posisi kita. Apabila kita yakin memiliki kapabilitas yang memadai baik dari segi manajerial maupun segi skill dalam hal montir mesin, tentu pilihan pertama lebih menjanjikan. Tetapi bila posisi kita lemah dalam hal manajerial dan skill permesinan, dan kita punya hanya modal tentu pilihan kedua lebih menjanjikan.

Bila, misalnya, pilihan kita jatuh ke opsi kedua, yaitu bengkel franchise, beberapa bengkel franchise yang bisa kita pilih antara lain AHASS, Bengkel Resmi Yamaha, Bengkel Resmi Suzuki, atau lainnya. Dalam pola franchise ini biasanya ada beberapa pilihan juga, terutama terkait dengan sharing permodalan antara kita sebagai investor dan pemilik franchise. Bisa juga investor memegang penuh modal, pihak franchise hanya mematok aspek standard mutu dan manajemen pengelolaan bisnis. Singkat kata dengan pola franchise ini, mekanisme dalam menjalankan bisnis sudah diatur sedemikian rupa dan umumnya sudah sangat mapan. Oleh karenanya bisnis ini akan lebih mudah dijalankan, sekaligus pangsa konsumen juga sudah terbentuk. Jadi tunggu apa lagi, ayo buka bengkel........

Jakarta, 5/12/2007

Barbershop: Bisnis Sederhana Demand Mengalir


Selama rambut manusia masih menumbuh, atau selama makhluk berupa manusia masih bercirikan rambut di kepala, maka tidak dapat dibantah bisnis barbershop menjadi pilihan yang tepat. Boleh dibilang bisnis barbershop ini merupakan bisnis yang tidak bakal kehilangan demand. Selama rambut manusia masih menumbuh, maka selama itu pula bisnis ini memiliki peluang.

Bisnis barbershop tidak selalu harus bagus dan mewah. Bisnis ini dapat dilakukan dengan model sederhana tetapi ber-kelas. Tidak perlu investasi mahal, yang penting tahu kebutuhan pengguna jasa dan mampu menghadirkan kenyamanan dalam pelayanan. Kita bisa lihat, bisnis barbershop yang sederhana baik dalam hal showroom-nya maupun dalam pelayanannya, itupun sudah ramai diminati. Salah satu alasannya adalah: kebutuhan ini (memangkas rambut) adalah sejenis kebutuhan yang tidak bisa ditahan. Oleh karenanya dalam mengelola bisnis semacam ini harus dibuat slogan: "yang sederhana dan biasa saja bisa laku, apalagi bila diperbaiki manajemen dan pelayanannya".

Salah satu konsep bisnis barbershop sederhana yang dapat diterapkan adalah mengadopsi sepenuhnya jenis barbershop sederhana terutama dalam hal peralatan tetapi dilengkapi dengan layanan "plus" yang dapat menambah kenyamanan pelanggan. Layanan plus yang dapat diberikan misalnya adalah: (i) penataan tata ruang interior yang lebih rapi dan bersih; (ii) disediakan konter khusus untuk pembayaran bagi pelanggan; (iii) pisau cukur diusahakan menggunakan yang model sekali pakai, misalnya dengan menggunakan silet. Ini penting karena secara medis ditengarai pisau cukur merupakan salah satu sumber potensial bagi penularan penyakit seperti hepatitis, dan tidak menutup kemungkinan HIV/AIDs; (iv) bila dimungkinkan tambahkan fasilitas AC untuk menambah kenyamanan, atau buat ventilasi yang memadai untuk sirkulasi udara yang optimal; dan (v) tidak kalah pentingnya adalah menjadikan setiap tenaga kerja yang terlibat sebagai bagian dari staf humas. Oleh karenanya keramahan dalam pelayanan mutlak diperlukan.

Selamat mencoba dan menjadi juragan baru Barbershop.