Masalah yang mungkin menjadi penyebab mengapa pekerjaan sulit diraih adalah masih kentalnya pemikiran bahwa pekerjaan itu mesti di kantoran, di pertokoan, di pabrikan, dan di sektor jasa lainnya. Orientasi dalam mencari pekerjaan masih didominasi oleh keinginan untuk menjadi 'buruh' dalam artian cukup modal tenaga dan pikiran dan dapat gaji/upah. Sedangkan pemikiran ke arah untuk berwiraswasta sendiri relatif masih rendah, kalau toh ada angkanya kecil sekali dibanding jumlah angkatan kerja yang ada.
Fakta di lapangan mengindikasikan bahwa jumlah penduduk yang demikian besar memberikan peluang adanya kebutuhan pelayanan di berbagai sektor yang dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan usaha/bisnis. Apalagi di wilayah perkotaan dimana manusianya cenderung suka hidup simple dan cepat, peluang usaha di sektor pelayanan menjadi semakin terbuka.
Ambil saja contoh, jumlah kendaraan bermotor yang demikian besar dan peningkatan jumlahnya yang terus naik setiap tahun, memberikan peluang di banyak hal, kebutuhan perbaikan (bengkel), kebutuhan membersihkan (jasa cuci), dan lain-lain. Bagi kebanyakan masyarakat kota yang cenderung pada aktifitasnya, kegiatan cuci motor/mobil sering dianggap tidak efisien dan membuang waktu. Oleh karenanya mengeluarkan uang untuk mencucikan dianggap lebih murah dan lebih pas daripada mencuci sendiri.
Dengan demikian, demand kepada kebutuhan layanan pencucian menjadi tidak terelakkan. Karena itu, ini mesti dimaknai dengan baik sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Kalau misalnya sekarang usaha jasa di bidang ini sudah dianggap terlalu banyak, jangan kuatir bersaing. Naluri manusia biasanya cenderung melihat kualitas layanan. Kekuatiran bersaing menjadi pantas manakala kita bisanya ya seperti yang sudah ada, tidak memberikan dan menjanjikan layanan yang lebih baik. Tetapi kalau kita dapat menawarkan konsep layanan pencucian yang lebih baik, saya yakin mengumpulkan pelanggan bukanlah hal yang sulit.
Beberapa tips agar usaha pencucian motor/mobil dapat bersaing dengan baik adalah: (i) pastikan tenaga kerja pencuci dilatih dulu dengan baik, sehingga tahu persis bagaimana mencuci yang baik dan memberikan hasil cucian mobil/motor yang baik; (ii) pastikan ada satu tenaga khusus yang bertugas untuk mensupervisi hasil pekerjaan yang berfungsi semacam 'quality control', sehingga setiap selesai pekerjaan dilihat dulu oleh sang supervisor, bila masih ada tersisa kotoran kecil yang menempel petugas pencuci diingatkan. Ini memberikan dampak psikologis yang kuat bagi pelanggan bahwa pekerjaan mencuci-nya tidak ala kadarnya tetapi betul-betul dengan 'etos bisnis' yang baik. (iii) jangan lupa bahwa menunggu itu adalah hal yang sering membosankan, oleh karenanya ada baiknya disediakan ruang tunggu yang memadai, ada musik sebagai wahana 'pembunuh' waktu; (iv) usahakan di ruang tunggu juga ada jualan minuman ringan (teh botol, coke, pocari, dll), bila dimungkinkan juga kacang goreng dll.; (v) jangan lupa setiap serah terima pasca pencucian, bilang kepada pelanggan "bila ada yang kurang bersih, tolong diingatkan kami untuk perbaikan ke depan".
Insya Allah dengan konsep bisnis tersebut, bisnis cucian mobil/motor dapat bersaing dengan baik. Pelanggan akan mengejar dan mencari pelayanan yang terbaik. Selamat mencoba.
Jakarta, 15/11/2007
No comments:
Post a Comment